Laman

Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Penelitian Tindakan Kelas : Konflik Sosial




Pengertian konflik yang sederhana adalah saling memukul (Indianto Muin. 2004:3). Sedangkan pengertian yang lebih luas, konflik sosial merupakan perselisihan antara dua pihak yang ditandai dengan perilaku yang menunjukkan permusuhan secara terbuka dan gangguan dengan sengaja terhadap pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya (Rusman Efendi. 2005:3)
Konflik sosial sesungguhnya merupakan suatu proses bertemunya dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang relatif sama dan bersifat terbatas (K, Pramesthi. 2004:10).
Di dalam masyarakat, yang merupakan kumpulan individu bersifat kompleks, pertentangan-pertentangan yang bisa menimbulkan konflik tidak bisa dihindari. Kondisi ini juga berlaku bagi siswa ketika melakukan interaksi di dalam masyarakat, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Namun, seringkali siswa tidak mampu untuk menyelesaikan konfliknya, sehingga konflik tersebut tidak dapat dikendalikan dan berujung pada timbulnya kekerasan. Ketidakmampuan tersebut, disebabkan siswa belum mengetahui tentang pengertian konflik, faktor penyebab, dampak dan cara penyelesaiannya.

Senin, 10 September 2012

Belajar Mandiri : Apakah Sosiologi itu ?




Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. 
Masih bingung dengan Sosiologi?
Klik ajha tautan ini
 


Ikhwanul Abrori - Jejaring Sosiologi

Belajar Mandiri : Nilai dan Norma Sosial



Norma Hukum
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dibatasi oleh berbagai nilai dan norma sehingga kita tidak bisa bertindak seenaknya. Apa yang terjadi jika nilai dan norma itu tidak ada? Dapatkah kita hidup dengan aman?
Temukan jawabannya dengan me-klik tautan ini
 

Ikhwanul Abrori - Jejaring Sosiologi

Jumat, 29 Juni 2012

Biografi Ibnu Khaldun (1332 - 1406), Bapak Sosiologi Islam

Ibnu Khaldun
Jika kita berbicara tentang seorang cendekiawan yang satu ini, memang cukup unik dan mengagumkan. Sebenarnya, dialah yang patut dikatakan sebagai pendiri ilmu sosial. Ia lahir dan wafat di saat bulan suci Ramadan. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun.

Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Khaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. Perlawatannya antara  Maghrib dan
Andalusia, kemudian antara Maghrib dan negara-negara Timur memberikan hikmah yang cukup besar. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah.

Interaksi Sosial

Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).

Rabu, 27 Juni 2012

Biografi Emile Durkheim (1858 – 1917 ) Tokoh Sosiologi

Emile Durkheim
Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia sendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Tetapi, ketika berumur 10 tahun ia menolak menjadi pendeta. Sejak itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis (Mestrovic, 1988). Ia bukan hanya kecewa terhadap pendidikan agama, tetapi juga pendidikan masalah kesusastraan dan estetika. Ia juga mendalami metodologi ilmiah dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan sosial. Ia menolak karir tradisional dalam filsafat dan berupaya mendapatkan pendidikan ilmiah yang dapat disumbangkan untuk pedoman moral masyarakat. Meski kita tertarik pada sosiologi ilmiah tetapi waktu itu belum ada bidang studi sosiologi sehingga antara 1882-1887 ia mengajar filsafat di sejumlah sekolah di Paris.

Selasa, 26 Juni 2012

Biografi Selo Soemardjan - Bapak Sosiologi Indonesia

Selo Soemardjan lahir pada tanggal 23 mei 1915. Beliau adalah guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, pakar ilmu sosiologi dengan reputasi International. Soemardjan dilahirkan di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan HIS dan MULO di kota kelahirannya, Ia meneruskan ke MOSVIA di Magelang (1934) dan Universitas Cornell, Ithaca, New York. Gelar sarjana dan doktor dari perguruan tinggi terkenal ini diraihnya pada tahun 1959. Disertai doktornya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "Perubahan Sosial di Yogyakarta" . Prof. Dr. Selo Soemardjan menerima tiga satya lencana dari Pemerintah Republik Indonesia. Ia juga menerima penghargaan Groot Officiier tingkat Kroonorde dari belgia pada tahun 1970.

Senin, 25 Juni 2012

Biografi Auguste Comte (1798-1857) - Bapak Sosiologi


Nama lengkap Auguste Comte adalah Isidore Auguste Marie Francois Xavier. Beliau adalah filsuf dan ilmuwan sosial terkemuka yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kemasyarakatan atau sosiologi. Comte lahir di kota Montpellier di Perancis selatan dari keluarga kelas menengah konservatif. Comte menerima didikan ilmiah yang baik di Ecole Polythecnique di Paris, sebuah pusat pendidikan berhaluan liberal.

Apa itu Sosiologi ?


Seorang manusia akan memiliki perilaku yang berbeda dengan manusia lainnya walaupun orang tersebut kembar siam. Ada yang baik hati suka menolong serta rajin menabung dan ada pula yang prilakunya jahat yang suka berbuat kriminal menyakitkan hati. Manusia juga saling berhubungan satu sama lainnya dengan melakukan interaksi dan membuat kelompok dalam masyarakat.